logo

Pertanyaan ke-13 : Apakah Al Asmaul Husna boleh dibaca dalam keadaan ngantuk ?

Pertanyaan ke-13

 

Apakah Al Asmaul Husna boleh dibaca  dalam keadaan ngantuk  ??

 

Boleh saja dengan ngantuk karena karena :

 

1.      Asma' adalah Nama, bukan bahasa, sehingga tidak ada risiko salah arti. Tetapi kalau  bahasa  tidak boleh ngantuk, karena bisa salah arti. Termasuk membaca  Al Qur'an tidak boleh  ngantuk, sholat tidak boleh ngantuk      bila ngantuk istirahat tidur. Dulu..

 

2.      Pembacaam Asma' adalah usaha hamba untuk memanggil Allah, sedangkan , ngantuk adalah pemberian Allah , bukan kehendak kita, maka disyukuri saja bila mengantuk. Semogha pahala membaca tidak di potong karena ngantuk.

 

3.      Membaca Asma' bukan seperti SOPIR. Kalau Ngantuk bagi Sopir – bahaya – risiko TABRAKAN. Sedang baca Asma' ngantuk tanpa Risiko. Semoga ngantuk dihitung tetap berdzikir karena niatnya dzikir.

 

4.      Ngantuk adalah pemberian Allah untuk hamba-Nya dalam rangka mengistirahatkan badan agar menjadi segar. Alhamdulillah kalau dapat mujahadah sambil ngantuk. Dapat 2 : mujahadah dan istirahat. Semoga dobel kenikmatan. Dunia dan akhirat.

 

5.      Asma' ngantuk tetap diterima. Contoh kita memanggil penjual BAKSO, dalam keadaan ngantuk,  berbunyi " Bakso ",  dan penjual Bakso pun dengar, maka penjual akan tetap datang, walaupun yang memanggil ngantuk.

 

6.      Dari hadist                                اِنَّمَااْلاَعْمَالُ بِ النِّيَاتْ

Padahal hamba sudah niat membaca Asma', walaupun ngantuk, bahkan sampai dengan tidur sekalipun, karena niat nya jelas berdzikir, maka Allah akan tetap menghitung sebagai dzikir. Dan dzikir  diterima dan pahala masuk karena niat.

 

7.      Membaca Asma' adalah memanggil. Belum ada kerja, sehingga tidak ada evaluasi kerja oleh karena itu membaca Asma' pasti selalu diterima. Asal niat sesuai yang digariskan dalam Al Qur'an.

 

8.      Semoga pembaca Asma' memperoleh derajat tinggi di sisi Allah dan mendapat warisan Nabi, diantaranya warisan tidak ngantuk. Sabda Nabi :

 

تَنَامُ عَيْنَاءَ وَقَلْبِىْ يَقْظَانُ

" Kedua mataku tidur, hatiku terjaga "

 

Dalil Akal :                                                                                                                                          Ngantuk, pahala tetap. Dalilnya Upama : Allah memberitahu bahwa pahala dipotong karena hambanya ngantuk, maka hambapun  bisa protes ::

Ya Allah mengapa pahalaku dipotong ? …. Yak arena kamu ngantuk. Hamba :"Ya Allah, ngantuk itu kan yang membuat Engkan,. Mengapa aku yang dipotong ? Akhirnya hamba mendapat pahala penuh tganpa potongan.

 Mari kita panggil terus dengan membaca Al Asmaaul Husna. Allah Pengabul do'a.

Wed, 8 Jun 2011 @17:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+6+5

Copyright © 2014 Majelis Al Asmaul Husna · All Rights Reserved